Ian Kabes, Jantung yang Berdetak untuk Mutiara Hitam

Setelah 607 hari menanti, Ian Kabes akhirnya kembali mengenakan seragam Persipura Jayapura di pertandingan resmi.

JAYAPURA — Setelah 607 hari menanti, Ian Kabes akhirnya kembali mengenakan seragam Persipura Jayapura di pertandingan resmi. Gelandang senior itu tidak hanya tampil sejak menit pertama, tetapi juga dipercaya mengenakan ban kapten saat Mutiara Hitam menang telak 6-1 atas PSBS Biak pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2027, 17 Oktober 2026.

Momen tersebut menjadi penanda kembalinya salah satu pemain yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan Persipura. Terakhir kali Ian tampil bersama Mutiara Hitam adalah ketika menghadapi Persikas Subang pada 17 Februari 2025.

Hampir 20 bulan berlalu sebelum ia kembali menginjak lapangan bersama klub yang membesarkan namanya. Namun, waktu panjang itu tidak menghapus ikatan Ian dengan Persipura.

“Kurang lebih sudah 21 tahun saya membela Persipura, alasan sederhana saja, itu karena kecintaan saya dengan tim ini,” kata Ian, dikutip dari Cepos Online pada Februari 2026.

Pernyataan tersebut menggambarkan hubungan Ian dengan Persipura yang dibangun selama bertahun-tahun. Baginya, Mutiara Hitam bukan sekadar klub tempat bermain, melainkan bagian penting dari perjalanan kariernya.

Dua Dekade Bersama Mutiara Hitam

Ian Kabes merupakan salah satu pemain yang ikut mengukir masa kejayaan Persipura. Bersama nama-nama seperti Boaz Solossa dan pemain generasi emas lainnya, ia menjadi bagian dari tim yang mengantarkan klub kebanggaan masyarakat Papua itu meraih berbagai gelar juara di kompetisi Indonesia.

Di lini tengah, Ian memiliki peran penting dalam menjaga aliran permainan. Ia menjadi penghubung antarlini, membantu membangun serangan, sekaligus menjaga keseimbangan tim.

Perjalanannya bersama Persipura juga memperlihatkan bagaimana seorang pemain dapat tumbuh bersama klubnya. Ketika generasi berganti dan komposisi tim berubah, Ian tetap menjadi salah satu sosok yang memiliki pengalaman panjang bersama Mutiara Hitam.

Kesetiaan itu tidak selalu berarti perjalanan tanpa tantangan. Sepak bola profesional menuntut pemain untuk terus bersaing mendapatkan tempat. Namun, bagi Ian, Persipura memiliki ikatan yang melampaui urusan pertandingan.

Dalam wawancara yang dimuat Jubi pada September 2022, Ian pernah menggambarkan kedekatannya dengan Jayapura dan klub tersebut.

“Ini sudah menjadi rumah saya, dari awal saya berkarier sampai sekarang.”

Ungkapan itu menjadi gambaran sederhana tentang hubungan Ian dengan Persipura. Sebuah klub telah menjadi tempatnya tumbuh, berjuang, dan membangun sebagian besar perjalanan profesionalnya.

Kembali Memimpin Setelah Penantian Panjang

Kembalinya Ian saat menghadapi PSBS Biak memiliki arti tersendiri. Ia tidak hanya mendapatkan kesempatan bermain, tetapi langsung dipercaya tampil sejak awal dan memimpin rekan-rekannya sebagai kapten.

Kepercayaan tersebut memperlihatkan nilai pengalaman yang dimilikinya. Dalam sebuah tim, kapten bukan sekadar pemain yang mengenakan ban di lengan. Ia juga memikul tanggung jawab untuk menjaga komunikasi, membantu rekan setim, dan menjadi penghubung antara pemain dengan pelatih.

Ian pernah menjelaskan bahwa peran tersebut bukan sesuatu yang asing baginya.

“Jadi, saya menjadi kapten ini bukan hal baru. Yang terpenting adalah saya bisa bertanggung jawab buat tim,” ujarnya dalam wawancara yang dimuat Bola.com pada September 2021.

Pengalaman panjangnya membuat Ian memahami tuntutan mengenakan seragam Persipura. Ia pernah merasakan masa ketika klub berada di puncak sepak bola Indonesia. Kini, ia kembali berada di tengah perjuangan untuk membawa Mutiara Hitam bersaing menuju kasta tertinggi.

Kemenangan 6-1 atas PSBS Biak menjadi latar yang menggembirakan bagi kepulangannya. Namun, arti penting pertandingan itu bukan hanya terletak pada skor akhir, melainkan juga kesempatan bagi Ian untuk kembali menjalankan perannya di lapangan.

Menjaga Denyut Mutiara Hitam

Persipura kini menghadapi tantangan membangun kembali kekuatan setelah melewati periode yang tidak mudah. Target promosi ke Super League membutuhkan kerja kolektif, konsistensi, dan kontribusi seluruh pemain sepanjang musim.

Dalam perjalanan tersebut, keberadaan pemain senior seperti Ian dapat menjadi modal penting. Pengalaman yang dimilikinya bersama generasi emas Persipura bisa membantu pemain lebih muda memahami karakter dan tuntutan bermain untuk klub sebesar Mutiara Hitam.

Tentu, perjalanan menuju kejayaan tidak dapat ditanggung seorang pemain saja. Namun, kembalinya Ian setelah absen panjang memberikan cerita tersendiri bagi Persipura: tentang kesetiaan, kesabaran, dan kesempatan untuk kembali berkontribusi.

Setelah 607 hari menunggu, Ian akhirnya kembali ke lapangan sebagai starter sekaligus kapten. Ia tidak kembali sebagai pemain yang harus memperkenalkan dirinya kepada Persipura, tetapi sebagai bagian dari sejarah klub yang masih ingin menuliskan cerita baru.

Dua dekade kebersamaannya dengan Mutiara Hitam telah melewati berbagai perubahan. Kini, ketika Persipura berjuang untuk kembali ke panggung tertinggi sepak bola Indonesia, Ian kembali hadir di tengah perjalanan itu.

Bagi Ian Kabes, Persipura bukan sekadar klub yang pernah memberinya kejayaan. Persipura adalah rumah tempat ia tumbuh sebagai pemain, dan tempat ia masih ingin memberikan sesuatu.

Admin
Redaksi Persipura Jayapura

Tim redaksi resmi Persipura Jayapura — menyajikan berita dan informasi terpercaya seputar Mutiara Hitam.

more

Berita Lainnya

Jangan Lewatkan Update Terbaru