Persipura Harus Tetap Percaya Diri
SIDOARDJO - Pelatih Persipura Jayapura, Regi Aditya, meminta seluruh pemain tetap percaya diri dan menjaga semangat untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Pegadaian Championship 2026/2027. Kekalahan 1-3 dari Persela Lamongan pada pekan kedelapan Grup Timur di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026), memang menjadi hasil yang sulit diterima oleh Mutiara Hitam.
Namun, Regi menegaskan Persipura harus segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan. Ia ingin seluruh elemen tim tetap menjaga optimisme serta terus bekerja keras untuk membawa Persipura kembali ke jalur yang benar.
"Ya tentu secara psikologi sulit untuk diterima, secara psikologi berat untuk kami. Tetapi show must go on. Apapun hasilnya kami harus terus maju ke depan dan terus positif bagaimana membangun tim ini setiap hari," ujar Regi.
Regi juga menegaskan keyakinan terhadap kekuatan tim menjadi modal penting bagi Persipura untuk melewati situasi sulit. Menurutnya, kesatuan hati, tekad, dan semangat seluruh pemain menjadi fondasi untuk memperbaiki performa pada pertandingan selanjutnya.
"Tapi kami percaya, sangat percaya sekali dengan kesatuan hati kami, dengan tekad kami, dengan semangat kami, dan kami percaya bahwa Tuhan selalu memberkati kami, semuanya akan kembali ke track yang benar di pertandingan-pertandingan yang selanjutnya," sambungnya.
Selain menjaga kepercayaan diri pemain, Regi juga mengungkapkan sejumlah catatan evaluasi setelah kekalahan dari Persela. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian pelatih Persipura adalah kebiasaan timnya kebobolan lebih awal dalam beberapa pertandingan terakhir.
Regi menilai situasi tersebut tidak sesuai dengan rencana permainan yang telah disiapkan oleh tim pelatih. Pada pertandingan melawan Persela, Persipura sebenarnya sempat mendapatkan momentum setelah Alexsandro dos Santos Ferreira mencetak gol penyama kedudukan melalui titik penalti pada menit ke-55.
Mutiara Hitam bahkan mampu mengendalikan permainan selama sekitar 5-10 menit setelah gol tersebut. Namun, gol kedua Persela yang dicetak Jacinto Junior Conceicao Cabral pada menit ke-72 kembali mengubah situasi pertandingan.
Regi mengakui gol tersebut memberikan dampak psikologis bagi timnya hingga akhirnya Persela mampu mencetak gol ketiga melalui Dendy Sulistyawan pada menit ke-86.
"Sebetulnya beberapa pertandingan terjadi, kami selalu kebobolan lebih awal dan sebenarnya itu bukan bagian dari game plan yang sudah kami siapkan," kata Regi.
"Kalau pertandingan kemarin kami bisa melihat bahwa kami sempat mendapatkan momentum dengan gol penyama kedudukan yang dibuat oleh Alex. Di babak kedua pun kami bisa melihat sekitar 5-10 menit kita bisa menguasai pertandingan," lanjutnya.
Regi menilai gol kedua Persela menjadi pelajaran penting bagi Persipura untuk memperbaiki organisasi pertahanan. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antarpemain, terutama ketika menghadapi situasi sulit di lapangan.
"Saya pikir itu pelajaran yang penting sekali untuk kami, bagaimana bisa memperbaiki struktur pertahanan kami. Komunikasi di lapangan itu penting sekali untuk bisa lakukan rotasi-rotasi dalam situasi yang sulit," pungkas Regi.
Persipura kini bertekad menjadikan kekalahan di Lamongan sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk bangkit. Selanjutnya, Persipura akan melawan Deltras FC pada pekan kesembilan Grup Timur Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora, Delta, Sidoarjo, Sabtu (7/11/2026).
